25 Februari 2010

Sejarah EduPower55

View more presentations from arie nugroho.

Andrea Hirata

View more presentations from arie nugroho.

TUJUAN

View more presentations from arie nugroho.

Character Building

View more presentations from arie nugroho.

Membangun anak yang berkarakter dan berjiwa entrepreneur




oleh Drs. H. Jedi Hepiadi

Menurut Prof. Dr. Arief Rahman Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNICEF, kecerdasan adalah kemampuan mengolah sehingga dapat mengerti perbedaan, membuat daftar prioritas, menyelesaikan masalah, membentuk jaringan, mengasosiasikan dan bisa mempunyai daya ingat yang kuat kemudian juga mempunyai kemampuan untuk percaya, berpegang teguh pada prinsip, dan banyak lagi kemampuan yang lain.

Kesuksesan hidup di tengah masyarakat tidaklah sekedar ditentukan pada seberapa pintar diri kita melainkan lebih banyak bergantung kepada seberapa besar kita mampu berinteraksi secara positif dengan lingkungan. Di awal tahun 90-an, Daniel Goleman memaparkan hasil penelitiannya yang cukup mencengangkan dunia lewat bukunya Emotional Intelligence (EI). Menurut Goleman, tingginya IQ ternyata tidak berpengaruh pada sukses tidaknya seseorang di masa depannya. Kecerdasan intelektual nyatanya hanya menyumbangkan 20% saja pada kesuksesan hidup seseorang, sementara 80% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

Persoalan lain yang tampaknya menjadi kendala bagi lahirnya manusia-manusia yang siap terjun ke dalam era teknoindustrial ialah adanya fenomena pendidikan kita yang tidak merangsang berkembangnya kreativitas, masih sedikit materi pelajaran diberikan dengan metode merangsang pelajar untuk melakukan riset secara mandiri maupun kolektif. Padahal era teknoindustrial sangat membutuhkan hal itu. Selama ini, sejak dini anak-anak sudah disuguhi referensi bahwa role model (teladan peran) mereka adalah orang-orang profesional yang bekerja pada sektor-sektor yang memberikan jaminan ekonomi stabil, meskipun pas-pasan. Amat langka mereka diberikan role model yang mempunyai jiwa entrepreneur. Parahnya sistem pendidikan kerap diprogram dengan memfokuskan pada hasil akhir, bukan pada proses pembelajaran, anak-anak sering mogok dan menjadi kacau. Mayoritas diantara mereka bersprestasi buruk karena dipaksa belajar dengan mengikuti aturan yang kaku.

Joyce Wycoff dalam bukunya Menjadi Super Kreatif mendefinisikan kreativitas sebagai “ baru dan bermanfaat “. Orang yang kreatif adalah orang yang membawa makna atau tujuan baru dalam suatu tugas, menemukan penggunaan baru, menyelesaikan masalah, atau memberikan nilai tambah atau keindahan.

Kreativitas sebenarnya dapat diajarkan dan ditumbuhkan, apalagi sebenarnya secara alamiah seorang anak pada dasarnya adalah kreatif. Namun saat ini banyak keluhan yang diajukan berkaitan dengan proses pembelajaran di sekolah. Banyak orang mengatakan bahwa :

Proses pembelajaran di sekolah saat ini belum banyak memberikan perhatian bagi pengembangan kreativitas siswa. Siswa tidak dirangsang untuk menemukan dan memecahkan masalah mereka sendiri. Mereka cenderung dipola untuk memberikan hanya satu jawaban terhadap suatu masalah dan tidak dibiasakan untuk mencari jawaban alternatif. Terlalu banyak penekanan pada jawaban yang benar dan pemikiran yang “aman”. Akibat yang timbul dari model pembelajaran yang seperti ini adalah anak jadi merasa takut untuk berbuat salah, takut gagal, serta takut menjadi bahan tertawaan bila berbeda dengan orang lain."

Kreativitas mereka menjadi terpasung. Sebagai contoh, seorang anak kelas satu SD kehilangan motivasi untuk mengikuti pelajaran menggambar di sekolah karena gurunya memintanya untuk mengganti warna awan yang dibuatnya dari kuning menjadi biru atau putih sebab menurut sang guru kuning bukanlah warna yang tepat untuk awan. Contoh lain, seorang murid yang banyak bertanya kepada guru ketika guru sedang menerangkan bukannya diapresiasi atau dihargai malah dicap sebagai pengacau kelas atau seorang anak yang banyak aktif terlibat dalam kegiatan OSIS di sekolah ditegur oleh gurunya sebagai anak yang kebanyakan “gaul” hanya karena kebetulan nilai-nilainya di kelas tidak bagus. Sekolah kemudian berubah menjadi pembatas bagi sifat kreatif alami seorang anak melalui berbagai aturan, keharusan patuh pada guru dan pemberian jawaban yang harus sesuai dengan keinginan guru. Perlahan tapi pasti sifat alami kreatif yang dimiliki oleh anak-anak kemudian harus padam begitu mereka memasuki dunia sekolah. Tidak heran bila kemudian suatu hasil penelitian mengungkapkan bahwa kreativitas siswa-siswi SD di Indonesia ada dalam peringkat yang paling rendah di Asia Timur.

Kita memang tidak dapat menutup mata terhadap keluhan-keluhan tersebut sebab memang hal tersebut banyak ditemukan dalam proses pembelajaran di sebagian besar sekolah kita saat ini. Belum banyak sekolah yang mampu untuk secara maksimal memfasilitasi pembelajaran di sekolah menjadi sebuah proses yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Materi pelajaran di sekolah yang disampaikan secara terpisah juga membuat siswa frustasi, karena sebelum mereka dapat menguasai satu topik mereka sudah harus melompat dan pindah ke topik lain.

Permasalahan yang mucul di kalangan anak-anak SMP dan SMA menurut data WHO yang menyebutkan setiap tahun ada sekitar 500 ribu perempuan yang meninggal dunia karena melahirkan dan lebih dari 65 ribu diantaranya adalah remaja perempuan meninggal karena aborsi yang tak aman.

Menurut data dari kantor BKKBN Pusat ada 15 juta perempuan remaja melahirkan anak dimana sebagian besar mereka sudah melakukan hubungan seksual sebelum menikah dan ada sekitar 42 juta penduduk dunia saat ini menderita HIV/AIDS dan separuh dari mereka adalah remaja. Masalah lain yang sangat menonjol dalam masalah remaja adalah kebutuhan yang kuat untuk memperoleh tempat dalam lingkup teman sebaya caranya antar lain tampil trendy secara fisik seperti potongan rambut, penataan dan pewarnaannya serta pakaian dan aksesorisnya. Di rumah mereka menunjukkan sikap semau gue, sulit diajak kompromi dan cenderung merahasiakan apa yang dilakukan dengan rekan sebaya.

Mereka mulai mencoba merokok, ingin mengendarai mobil sendiri dan enggan pergi bersama keluarga dan orang tua. Kehidupan emosi mereka sangat peka, artinya kesedihan, kegembiraan dan kemarahan silih berganti dengan mudah tanpa terduga.

Istilah lain dari penyakit remaja menurut Prof.Dr.Dadang Hawari dikenal dengan MO-LIMO (5-M) yang merupakan singkatan dari Madat, Minum, Main, Maling dan Madon. Salah satu penyebabnya adalah lemahnya penegakkan hukum. Hal ini disebabkan antara lain oleh kemiskinan yang mencakup 3 jenis, yaitu kemiskinan materi, kemiskinan iman dan kemiskinan informasi yang benar dan bertanggungjawab.

Disamping hal-hal di atas Andrias Harefa menyatakan ; “Di mana peta ketenagakerjaan kita menunjukkan bahwa angkatan kerja usia produktif berjumlah sekitar 109 juta orang”. Dari jumlah tersebut 40-an juta berada pada kondisi setengah menganggur, bekerja kurang dari 35 jarn seminggu. Lalu, lebih dari 10 juta orang berada pada kondisi tidak memiliki nafkah hidup sarna sekali. Belum lagi setiap tahunnya sekitar 2 juta angkatan kerja baru memasuki bursa tenaga kerja. Sementara para ahli mengatakan bahwa bila Indonesia mengalami pertumbuhan 1 %, maka lapangan kerja yang tersedia sekitar 300-350 ribu. Jadi, untuk menyerap tenaga kerja baru, perekonomian kita harus tumbuh sekitar 7% atau lebih. Kalau tidak demikian, maka jumlah pengangguran akan terus meningkat tajam. ltu sebabnya ada sinyalemen bahwa di tahun 2010 tenaga kerja yang menganggur akan mencapai 57 juta orang. Apa jadinya dengan anggota keluarga yang menjadi beban tanggung jawab sebagian angkatan kerja tersebut? Solusi terhadap persoalan di atas hanya bisa diharapkan dari sosok manusia yang kita sebut enterpreneur. Jika setiap tahun, sekitar 5% saja dari angkatan kerja baru bertekad bulat menjadi enterpreneur, maka kita memiliki 100.000 calon enterpreneur tiap tahunnya. Andai 10% saja yang berhasil menjadi entrepreneur, maka kita memiliki 10.000 enterpreneur baru. Dan, bila setiap enterpreneur ini secara bertahap berhasil memberikan lapangan pekerjaan kepada rata-rata 50 orang, maka 500.000 tenaga kerja sudah terserap. Secara pribadi, sang enterpreneur tentu makin kaya. Dan itu sah-sah saja, mengingat ia sudah berjuang untuk menampung 50 orang yang cita-citanya ingin jadi pegawai saja.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita, baik sebagai orang tua,guru atau remaja itu sendiri, mampu mengelola problematika ini menjadi potensi yang konstruktif?. Sejauh orang tua dan guru mampu memberikan toleransi dan pemahaman yang diperlukan remaja sebagai generani penerus bangsa pada saat melalui masa transisi ini, maka permasalahan tersebut akan teratasi dan dalam kurun waktu sekitar 6-12 bulan.

Oleh karena itu saat ini sudah waktunya pemuda untuk bangkit mengejar ketertinggalan salah satunya dengan mendirikan dan mengembangkan pendidikan berkualitas dalam berbagai hal sebagaimana dikutip oleh Ary Ginanjar, pendidikan yang berkualitas harus meliputi 3 aspek kecerdasan yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Tinggal sekarang tugas kita para pakar pendidikan dan praktisi pendidikan untuk membuat format lembaga pendidikan yang bagaimana yang dapat mencerminkan ke-3 kecerdasan tersebut di atas yang dapat membangun generasi yang berkarakter dan bejiwa entrepreneur dengan ciri-ciri sbb :


  • Memiliki Advertensity Quontient seorang climber yaitu yang pantang menyerah dalam menghadapi tantangan dan tidak pernah berhenti sebelum tujuannya tercapai
  • Memiliki mimpi dan berusaha untuk mewujudkannya dalam kenyataan
  • Mampu mengembangkan inovasi baru, kreatif dan memiliki motivasi berprestasi yang tinggi
  • Bersedia memikul resiko ( high risk taker)
  • Memiliki kebutuhan tinggi untuk mandiri, otonom, tidak berada di bawah otoritas orang lain
  • Memiliki jaringan hubungan yang luas dan mampu membina hubungan pribadi yang baik

Bangkitnya era entrepreneur ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan di negeri tercinta ini. Dan untuk mampu menjadi seorang entrepreneur sukses dibutuhakan proses sosialisasi dan pembiasaan yang tidak dapat tercipta hanya dalam waktu semalam. Maka disinilah fungsi pendidikan yang harus mencoba dan berani menerapkan secara serius terhadap kurikulum yang mendorong tumbuhnya jiwa entrepeneurship pada anak didik dan dapat diintegrasikan ke dalam metodologi pengajaran pada semua mata pelajaran secara intensif untuk dapat menghasilkan entrepreneur di masa depan semoga. Amiin


31 Juli 2009

9 langkah Cacuk

Tahukah Anda siapa Cacuk Sudarijanto?
Dilahirkan di Tulungagung pada 29 Januari 1948, beliau adalah Menteri Muda Urusan Rekstrukturisasi Ekonomi Nasional pada Kabinet Persatuan Nasional. Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua BPPN serta direktur utama di PT. Telkom dan Bank Mega. Namun pada 10 Juni 2004, beliau telah pergi meninggalkan kita semua, kembali pada-Nya.

9 langkah Cacuk Sudarijanto dalam membenahi suatu organisasi atau lembaga
  1. Organisasi yang disusun harus mampu meningkakan proses komunikasi antar pelaku menjadi lebih terbuka, lancar dan lebih produktif
  2. Terjadinya proses belajar yang terus menerus secara lebih cerdas bagi setiap orang
  3. Setiap orang dipromosikan menjadi pelaku proses perubahan dan memberikan komitmennya untuk perubahan
  4. Setiap orang akan lebih mampu dan lebih berdaya (empowered) sehingga inisiatif dan saran produktif akan datang dari semua orang
  5. Tanamkan terus nilai integritas, jiwa inovatif dan selalu menjaga reputasi unggul dalam bersaing
  6. Melakukan rekrutmen dengan benar
  7. Melakukan manajemen pelatihan, penempatan dan pemanfaatan SDM yang sesuai dengan kebijakan the right man on the right place
  8. Adanya reward and punishment
  9. Mempersiapkan pendidikan lanjutan untuk memberikan modal bagi pegawai sebelum memasuki masa pension

29 Juli 2009

The Ciputra’s Way

Penerbit PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta

Sejumlah ahli manajemen mengatakan :

Manusia dewasa rata-rata membuat 300 keputusan per hari dalam menentukan hidup mereka dari hal yang sepele sampai ke hal yang terpenting


Usia 18 tahun ke atas membuat sekitar 109.500 keputusan dalam hidupnya


Ciputra dalam usia 74 tahun maka patut diduga Pak Ci telah membuat lebih 6.132.000 keputusan tapi hanya ada 10 keputusan yang sangat menentukan dan bersifat historis sehingga dia dikenal sbg PELOPOR dan INOVATOR dalam industri properti



10 Keputusan Ciputra

1. Mengejar ilmu pengetahuan sampai ke Pulau Jawa sejak umur 12 tahun merantau dari Sulawesi hingga dapat menyelesaikan pendidikannya di ITB Bandung

2. Menikahi Dian Sumeler saat berusia 23 tahun dan sebagai konsekuensinya Ciputra harus bekerja sambil kuliah

3. Mendirikan usaha biro konsultan Daja Cipta yang kemudian menjadi PT Perentjana Djaja saat kuliah tingkat 3 di ITB

4. Pada tahun 1960 Ciputra memutuskan menjadi pengembang (developer).Sebagai arsitek muda yang berumur 31 tahun sudah mampu membangun Proyek Pasar Senen melalui PT Pembangunan Jaya dan membangun Ancol melalui PT.Pembangunan Jaya Ancol. Selama 35 tahun dia menjadi CEO (Chief Executive Officer) dengan prestasi yang membanggakan

5. Mendirikan Grup Metropolitan Development suatu bisnis properti terkemuka yang sukses membangun Wisma Metropolitan Mall, Pondok Indah, Puri Indah, dll

6. Pada usia 50 tahun (1981) ia mendirikan Grup Bisnis Ciputra bersama istri dan 4 orang anaknya yang baru tamat dari luar negeri

7. Mengembangkan usaha ke luar negeri pada petengahan tahun 1990-an di Vietnam

8. Keputusan untuk mempercayai campur tangan Tuhan terhadap masa depan bisnisnya ketika menghadapi badai-badai kehidupan yang luar biasa dalam menyelesaikan utang piutangnya pada saat Indonesia dihantam krisis ekonomi tahun 1998

9. Melakukan pelayanan sosial dalam bidang pendidikan dengan mendirikan sejumlah sekolah dari tingkat dasar hingga universitas

10. Memilih strategi untuk fokus pada bisnis properti. Strategi yang akan ditempuh adalah bekerja sama dengan pemilik tanah, memanfaatkan kekuatan brand Ciputra sehingga perusahaan mendapat fee dari brand value dan technical expertise

28 Juli 2009

Tahukah Anda?


Senyuman merupakan tanda keakraban dalam pergaulan

Senyum hanya membutuhkan tujuh belas otot wajah sedang muka marah dan cemberut membutuhkan jumlah otot dua sampai empat kali lipat

Senyum adalah ekspresi optimisme dan harapan

Imam Hasan Al Basri berpendapat Awal keberhasilan suatu pekerjaan adalah roman muka yang ramah dan penuh senyum

William Shakespeare pernah mengatakan Apa yang Anda kehendaki akan lebih cepat diperoleh dengan senyum dari pada memotong dengan pedang

Seseorang yang murah senyum dapat terhindar dari stress dan depresi. Jantung akan berdetak normal, sehingga terhindar dari ketegangan

Senyum adalah sikap membangun

Rasulullah SAW bersabda Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah

Rasulullah SAW bersabda Salah satu tanda penghuni neraka ialah muka masam yang membuat orang curiga kepadanya

Jurus 5S

View more presentations from Arie Nugroho.

17 Juni 2009

Jurus 5M

Jurus ke-1 adalah Mulailah berbuat sesuatu perubahan itu dari diri kita sendiri. Hal itu berarti segala sesuatu baik di lingkungan rumah, sekolah, kantor, masyarakat, bangsa dan negara bahkan dunia kalau mau mengadakan suatu perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Karena mustahil perubahan itu akan terjadi apabila masing-masing individu dalam suatu komunitas tertentu tidak mau berubah sekalipun konsep, visi dan misi suatu lembaga tertentu sudah sangat rapi dan lengkap telah disusun namun kesadaran dari SDM yang akan melaksanakannya tidak ada kemauan tentu program sebaik apapun tidak akan pernah jalan. Hal ini artinya ketercapaian suatu tujuan tergantung dari apa yang sudah masing-masing individu lakukan (action) sampai seberapa jauh dia melompat maka sejauh itu pula tujuan yang dia capai. Namun dalam kenyataannya kebanyakan orang memiliki sifat menunggu dan mengekor yang penting nyaman dan aman buat dirinya sendiri tanpa memikirkan kepentingan orang banyak yang pada akhirnya mereka tidak maksimal dalam bekerja hanya sebatas memenuhi kewajiban saja tidak berbuat sesuatu karya nyata (kreatif dan inovatif) dimana lebih banyak tangan di bawah daripada tangan di atas. Tentu hal ini merupakan belenggu hati yang dapat menghalangi fitrah manusia yang ingin selalu berubah dan berkembang untuk lebih maju ke depan. Yo mari berlomba-lomba untuk berbuat sesuatu mulai dari diri kita sendiri tanpa harus menunggu orang lain karena hal itu akan mempercepat kesuksesan yang akan ANDA capai.

Jurus ke-2 adalah Mulailah berbuat sesuatu perubahan dari hal yang paling kecil dan paling sederhana. Berbuatlah sesuatu dari mulai yang paling sederhana dulu, lakukan dengan sungguh-sungguh dan maksimal karena dari sinilah titik awal jalan menuju sesuatu yang besar. Karena kalau yang sederhana saja kita tidak bisa melakukan apalagi pekerjaan yang besar mustahil bisa melakukannya. Tetapi kadang-kadang kita tidak sabar dalam menempuh penjalanan hidup atau dalam mengerjakan suatu pekerjaan tertentu inginnya langsung besar atau berhasil istilah Tung Desem Waringin langsung HAVE (mempunyai) tidak BE (menjadi) DO (mengerjakan) baru HAVE (mempunyai). Oleh karena itu kalau kita mau berubah tidak perlu menunggu pekerjaan yang besar tapi ketika kita DO lakukan segera walau pekerjaan itu masih dalam sekala kecil. Justru dari yang kecil inilah sebagai pintu gerbang menuju hal yang besar (dahsyat). Lakukan saja apa yang kita inginkan itu bagaikan air yang mengalir kata Bob Sadino tidak perlu takut dan malu.

Jurus ke-3 adalah Mulailah berbuat sesuatu perubahan pada SAAT INI JUGA tidak ditunda-tunda. Budaya SDM kita memang selalu menunda-nunda suatu pekerjaan karena dengan berbagai pertimbangan untung rugi, berbagai perencanaan yang terlalu lama yang pada akhirnya tidak berbuat apa-apa karena begitu takutnya menghadapi sebuah resiko. Memang saat ini perlu ditumbuhkan kebiasaan SEGERA DAN SEGERA bukan budaya NANTI DAN NANTI SAJA KAPAN-KAPAN yang pada akhirnya keburu mati. Inna Lillahi Wainna Ilaihi Roji’un. Makanya, mumpung kita masih hidup ketika punya ide bagus, lakukan segera keinginan itu karena belum tentu besok atau nanti kita masih memiliki kesempatan lagi. Orang yang segera mengawali suatu pekerjaannya tanpa ditunda-tunda ini sebagai langkah awal menuju sukses.

Jurus ke-4 adalah Mulailah sesuatu perubahan dari sesuatu yang kita tahu artinya kita tidak perlu sibuk mencari sesuatu yang belum tahu dulu sebelum sesuatu yang kita tahu saja masih belum bisa dilakukan. Janganlah kita terjebak dengan sesuatu yang belum tentu kualitas lebih baik daripada ilmu yang saat ini kita sudah lama kita pelajari dan ketahui. Karena pada dasarnya semakin kita melaksanakan dan mengamalkan ilmu yang kita sudah tahu maka dengan sendirinya kita akan banyak mengetahui sesuatu ilmu yang belum kita tahu.

Jurus ke-5 adalah Mulailah sesuatu perubahan dari sesuatu yang kita bisa. Kita kadang-kadang suka selalu menunda-nunda sesuatu pekerjaan padahal pekerjaan tersebut sebenarnya kita memiliki kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Bagaimana kita bisa melakukan pekerjaan yang belum kita bisa yang sudah kita bisa saja belum mau untuk melakukakannya. Karena kalau kita sering melakukan hal yang kita bisa seiring dengan itu kita akan menemukan sesuatu hal yang belum kitahu, tentu dalam perjalanannya kita akan menemukan banyak hal tantangan dan rintangan maka akan muncul motivasi atau dorongan ingin mengatasi masalah tersebut. Maka dengan selalu ingin mencoba dan mencoba akhirnya kita akan menemukan sesuatu jalan pemecahannya dan kadang-kadang kita menemukan sesuatu cara-cara yang tidak diduga-duga sebelumnya. Semakin kita berani melakukan Sesutu yang kita bisa maka semakin banyak hasil dan temuan baru yang akan kita peroleh sehingga bisa mencapai tujuan yang kita harapkan.

Visi dan Misi EduPower55

VISI

Setiap anak didik mampu dan dapat belajar dari para pendidik yang menyiapkan mereka bagi hidup dalam suasana yang berteknologi, kaya informasi dan masyarakat yang multi kultural. EduPower55 memperbaharui pengetahuan para pendidik dan semua komponen yang ada di sekolah melalui instruksi yang sistematis, kurikulum, assessment, kepemimpinan sekolah dan jasa-jasa lain yang mendukung dan menjamin setiap anak didik meraih kesempatan untuk bisa meraih keberhasilan dalam hidup.

MISI

EduPower55 memberi kemampuan kepada para pendidik untuk menterjemahkan pengertian-pengertian baru atau metode-metode baru dalam dunia pembelajaran dan pengajaran antara lain terhadap pengertian dalam bidang kurikulum, assessment (pengujian) dan kepemimpinan sekolah. EduPower55 akan merancang, menerapkan dan mengevaluasi program-program multimedia, media cetak, dan jasa pendukung yang baik untuk membantu para pendidik menyiapkan anak didiknya untuk masa yang akan datang.


Sekilas EduPower55

Pertama kali didirikan tahun 2003 organisasi ini ingin menawarkan alternatif baru serta mengevaluasi pola pembelajaran dan pengajaran anak didik dari yang selama ini ada.

Pada saat ini terasa sekali bahwa sistem pendidikan Indonesia sedang mengalami banyak perubahan. Masalah pendanaan, program-program, target pencapaian, metode pengajaran, kualitas mata pelajaran, dan bahkan sasaran pendidikan kembali menjadi pertanyaan.

Sebagai organisasi yang berkembang,
EduPower55 memfokuskan diri pada restrukturisasi sekolah dan meningkatan target pencapaian anak didik melalui penerapan program yang sistematis, strategi pola pendidikan yang berdasarkan pada penelitian.

EduPower55 pada tahun 2009 ini semakin memantapkan diri sebagai mitra bagi peningkatan pengajaran dan pembelajaran sekolah dasar sampai menengah serta para administrator yang bertugas di sekolah.

EduPower55 mensintesa cara yang paling efektif dan menterjemahkannya menjadi aplikasi praktis menjadi bahasan yang berkualitas yang digunakan untuk para pendidik.

Filosofi dari
EduPower55 adalah bagaimana sebuah professional development menghargai para pendidik sebagai profesional yang utuh. Para pendidik kami lihat sebagai pembelajar dewasa yang membutuhkan metode tertentu dalam pola pelatihannya.